"Itu kan haknya mereka sebagai partai yang tergabung dalam Setgab," ujar Ketua Fraksi Hanura Sarifuddin Sudding kepada
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 5/6).
Tapi, Hanura memiliki pandangan yang berbeda dengan partai koalisi. Partai besutan Jenderal Wiranto ini tetap menolak kebijakan pemerintah tersebut.
"Fraksi Hanura tetap pada sikap awal pada saat pembahasn APBN tahun 2012 menolak tentang kenaikan harga BBM karena tidak ada alasan yang kuat untuk menaikkan harga BBM," ungkapnya.
Apalagi, kenaikan harga BBM Ini akan berimplikasi terhadap kehidupan rakyat. Daya beli masyarakat juga akan semakin berkurang. Dan akhirnya, tingkat kemiskinan membesar. "Sehingga kami berpandangan, tetap pada sikap awal menolak kenaikan harga BBM."
Walaupun diakui, bahwa suara Hanura di DPR tidak cukup kuat untuk menolak kebijakan pemerintah tersebut. "Pengambilan keputusan berdasarkan suara terbanyak. Tapi kami tetap berpihak pada kepentingan masyarakat," tegasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: