Upaya pendongkelan itu dilakukan lewat pembesar-besaran kasus suap proyek Al Quran, yang disebut-sebut melibatkannya, meski dia sudah menampik.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Sharif Cicip Sutardjo membantah tudingan Priyo tersebut. "Nggak ada sama sekali itu. Nggak ada yang mau incar-incar kursi," jelas Cicip singkat (Senin, 3/6).
Tudingan Priyo itu ia sampaikan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (3/6).
"Saya agak sedih juga teman-teman di dalam, ada segelintir pimpinan teras yang sengaja menggerakkan pemberitaan dan seterusnya," ujar Priyo.
Priyo menyayangkan cara-cara tidak etis yang dilakukan pihak tertentu dengan menggiring opini publik bahwa dirinya mendapat imbalan dalam pengurusan proyek pengadaan Al Quran.
"Menurut saya, kalau ingin mengganti posisi saya di manapun, ya sebentar lagi pemilu. Tinggal setahun lagi, silakan saja. Cara yang baik tidak harus dengan cara seperti ini. Apalagi, saya ini orang baik," jelasnya.
"Saya tahu betul mengenai masalah ini, saya tahu betul tapi ini risiko saya. Tapi tetap ada tata krama-lah," ucap Priyo.
[zul]
BERITA TERKAIT: