Mungkinkah Dradjad H Wibowo Akan Nyaman Bila Jadi Menteri Keuangan SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 13 Mei 2013, 07:48 WIB
<i>Mungkinkah Dradjad H Wibowo Akan Nyaman Bila Jadi Menteri Keuangan SBY</i>
dradjad wibowo/ist
rmol news logo . Bukan kali ini saja nama Dradjad H Wibowo dikabarkan akan menempati posisi Menteri Keuangan. Saat SBY menyusun Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II, nama pria kelahiran Surabaya ini juga sudah disebut-sebut akan ditempatkan di pos Kementerian Keuangan.

Pun demikian, ketika Sri Mulyani "pergi" ke Washington seiring dengan kasus Century yang kian menggumpal, nama Dradjad kembali mencuat. Nama Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu bahkan terdengar nyaring, sebelum akhirnya kursi yang ditinggalkan Sri Mulyani itu diduduki Agus Martowardojo.

Kini, Agus sudah menjadi Gubernur BI. Sementara posisi Menteri Keuangan dirangkap sementara oleh Menko Perekonomian, yang juga Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa.

Belakangan, nama Dradjad muncul lagi setelah dikabarkan bahwa SBY sudah mengantongi nama untuk jabatan Menteri Keuangan. Dradjad disebut-sebut akan menjadi Menteri Keuangan Definitif hingga 2014.

Dr. Ir. Dradjad Hadi Wibowo, M.Ec begitu nama dan gelar lengkap Dradjad. Ia meraih gelar master of science di bidang ekonomi serta dokter economathematic dari University of Queensland. Ekonom yang sempat menjadi anggota DPR ini dikenal sebagai orang yang memiliki kepribadian yang jujur dan obyektif. Maka tak heran, meski menjadi bagian dari petinggi koalisi, Dradjad tetap berani dalam mengkritik pemerintahan SBY-Boediono, terutama dalam bidang ekonomi. Tidak jarang pula ia mengkritik kebijakan Sri Mulyani dan Agus Martowardojo.

Dalam kasus Century, Dradjad juga sempat menjadi saksi ahli di DPR. Bahkan, beberapa kabar menyebutkan, data-data kesalahan dan kekeliuran dalam mem-bailout Century juga berasal dari pria bersahaja ini. Namun karena ia bukan lagi anggota DPR, ia membagikan ilmu dan informasinya kepada politisi di DPR.

Karena itu, ketika kabar soal posisi Menteri Keuangan akan diserahkan kepada Drajad mencuat lagi, sementara pihak cukup kaget. Bagaimanapun, selama ini, paradigma ekonomi kerakyatan Dradjad bertolakbelakang dengan pola pikir ekonomi SBY-Boediono, yang dikenal oleh orang sebagai penganut ekonomi neoliberal.

Dan paradigma ekonomi inilah yang diinformasikan mengapa Dradjad tak nyaman bila menjadi Menteri SBY. Tapi tentu saja, masih ada perkembangan lain yang layak dicermati. Dradjad sendiri, sejak pekan lalu, berada di London, untuk kepentingan kelurga dan bisnis. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA