Nyepi, Amir Hasan Tetap Datang ke KPK Boyong Surat Lamaran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 12 Maret 2013, 17:49 WIB
Nyepi, Amir Hasan Tetap Datang ke KPK Boyong Surat Lamaran
ilustrasi
rmol news logo . Meski hari ini adalah hari libur nasional untuk merayakan Nyepi, tidak menghalangi semangat Amir Hasan, salah seorang warga negara yang ingin menjadi penasihat lembaga superbody, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sekitar pukul 16.45 WIB, dia tiba kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, yang dapat dipastikan sepi kegiatan karena libur.

Amir yang mengenakan batik dan celana bahan berwarna gelap, mengaku kepada wartawan sudah menyiapkan dokumen lamaran sebagai calon penasihat KPK. Terpantau pula oleh Rakyat Merdeka Online, dia ditemani oleh sang istri dan seorang sopir. Mereka menggunakan mobil Toyota Kijang Innova Hitam.

"Bukan LHKPN, saya mau masukkan lamaran untuk jadi penasihat KPK," kata Amir menjawab pertanyaan beberapa wartawan di pintu masuk KPK, Selasa petang (12/3).

Amir lalu masuk ke dalam lobby KPK. Sampai saat ini Amir masih berada di dalam gedung KPK. Sementara istrinya membenarkan bahwa suaminya ingin mengadu nasib menggantikan penasihat KPK  yang segera pensiun, Abdullah Hehamahua dan Said Zaenal Abidin.

"Iya, Bapak mau coba mengabdi di KPK. Dulu kan pernah ikut seleksi pimpinan juga, cuma nggak lolos," ungkap sang istri.

KPK telah membentuk Panitia Seleksi (Pansel) calon penasehat KPK beberapa waktu lalu. Tim Pansel penasehat KPK ini diketuai sosiolog Imam Prasodjo, dan beranggotakan Bibit Samad Rianto, mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif, dan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Mochtar Pabottinggi. Pansel akan menseleksi Penasehat KPK masa jabatan 2013-2017. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA