"Menurunnya jumlah lulusan SMA yang bisa baca dan tulis Al-Quran sangat memprihatinkan, perlu ada gerakan untuk mendorong meningkatnya kualitas pelajar bisa baca dan tulis Alquran," kata Ketua MUI Kota Bogor, Adam Ibrahim, dalam acara Gebyar Membaca dan Menulis Alquran yang diikuti sekitar 3.000 pelajar se-Kota Bogor, seperti dilansir
Antara pagi ini (Senin, 11/3).
Adam mengatakan, Pemerintah Kota Bogor perlu mendorong adanya gerakan satu Muslim satu Alquran. Untuk itu, setiap Muslim perlu memiliki satu Al-Quran. "Tentunya gerakan ini tidak hanya sekedar punya Al-Quran saja, tapi setiap Muslim bisa membaca, dan bisa memahaminya," katanya.
Adam mendorong Gebyar membaca dan menulis Al-Quran yang diselenggarakan oleh Forum Umat Islam Bogor Raya dapat dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan langkah cukup bagus untuk mendekatkan pelajar dengan Al-Quran.
"Mudah-mudahan gerakan ini tidak hanya menulis, tapi juga bisa membaca Al-Quran dengan baik dan benar," kata Adam.
Asisten Administrasi Kemasyarakatan dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Bogor Edgar Suratman menyambut baik keinginan MUI Kota Bogor tersebut.
Menurut Egar, kegiatan tersebut merupakan bentuk ajakan kepada masyarakat khususnya umat Islam agar mereka bisa menulis dan membaca Al-Quran dengan baik dan benar. "Kita juga mengharapkan terciptanya masyarakat Bogor yang Qurani," katanya.
Edgar mengaku prihatian dengan kondisi generasi muda saat ini yang banyak melupakan Al-Quran. Berdasarkan hasil penelitian MUI Pusat, 65 persen lulusan SMA tidak bisa membaca dan menulis Al-Quran.
"Kita berharap melalui kegiatan ini masyarakat khususnya generasi muda di Kota Bogor akan tergugah sehingga mereka mau belajar menulis dan membaca Alquran," kata Edgar.
Gebyar membaca dan menulis Alquran diselenggarakan Forum Umat Muslim Bogor Raya diikuti oleh sekitar 3.000 pelajar se-Kota Bogor.
zul
BERITA TERKAIT: