"Kedua, kalaupun partai Yusril lolos, baru kita bicara berapa perolehan suara PBB," ujar pengamat politik Rico Marbun kepada
Rakyat Merdeka Online (Minggu, 10/3).
Karena, kalau bicara hasil Pemilu, perolehan suara PBB sangat minim. Bahkan pada Pemilu lalu partai berasas Islam itu terlempar, tak lolos ambang batas masuk parlemen.
"Saya pikir partainya saja tidak lolos dalam Pemilu legislatif, bagaimana mau orangnya jadi capres. Itukan logika yang tak nyambung," ungkap akademisi Universitas Indonesia ini.
Karena itu menurut Rico Marbun, terlalu dini mantan Menteri yang juga pakar hukum tata negara itu bicara capres, apalagi mau menggandeng orang lain untuk jadi pendampingnya.
"Selamatkan dulu partainya, baru bicara orangnya. Kalau sudah dinyatakan ikut Pemilu, baru kita lihat bagaimana animo masyarakat terhadap partainya. Kalau ternyata masih rendah, saya pikir masih terlalu jauh itu," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: