"Ini terlihat dari dielu-elukannya Jokowi pada setiap kunjungan ke berbagai daerah," ujar peneliti Maarif Institute Endang Tirtana (Selasa, 5/3).
Dukungan media yang sangat massif dan positif, juga menjadi momentum dan kekuatan besar bagi Jokowi untuk memenangkan pemilihan presiden 2014 kalau dia maju.
Menurut Endang Tirtana, selain
bandwagon effect ada juga teori
behavioral momentum (momentum tingkah laku), yang menentukan seseorang bisa memenangani pemilihan.
“The Big Mo yang seringkali disebut orang sebagai momentum besar untuk memenangkan pemilihan bisa dilihat sebagai peluang juga dalam memenangkan pemilihan. Semakin besar kondisi lingkungan yang positif mendukung, maka semakin besar kecepatan untuk memenangkan pemilihan," jelasnya.
Endang menjelaskan, Pilpres 2014 adalah momentum menentukan masa depan Indonesia yang sedang serius menata diri dari berbagai persoalan akut. "Rakyat membutuhkan sosok pemimpin yang sederhana, taktis dalam mengambil kebijakan,dan tegas. Kriteria itu ada pada Jokowi," demikian Endang.
Sebelumnya Board of Advisor CSIS (Centre for Strategic and International Studies), Jeffrie Geovanie yakin Jokowi akan menang kalau mencalonkan pada pilpres 2014.
Dia beralasan, kemenangan dalam pemilihan seringkali disebut sebagai upaya cerdas memanfaatkan momentum. Momentum bisa dikaitkan dengan
bandwagon effect, yakni fenomena perilaku pemilih yang akan memilih calon yang dipilih oleh suara mayoritas (misal berdasar hasil survei).
Nah, belakangan ini, Jokowi diunggulkan banyak lembaga survei.
[zul]
BERITA TERKAIT: