"Jadi itu pertanyaan normatif. Kalau bicara pesan, secara substansi tidak ada hal baru. Karena semua orang mendukung Pak SBY hingga 2014," ujar pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/3).
Tetapi, menurut Gun Gun, kalau dilihat dari konteks Prabowo mengungkapkan itu memang menarik untuk dicermati. Menurut Gun Gun, saat ini, hampir semua kekuatan partai politik melakukan
political mapping atau pemetaan politik. Dan salah satu pemetaan politik yang bisa dilakukan adalah dengan menciptakan kondisi psiko politik yang memungkinkan berbagai kekuatan potensial saling mengakomodasi atau melakukan penjajakan.
"Seperti proses komunikasi politik yang dibangun Prabowo dulu dengan Bu Mega hingga akhirnya
deal dia menjadi calon RI 2," jelasnya.
Karena itu, mulai saat ini, berbagai partai politik yang akan bertarung di 2014 terutama yang sudah mempunyai calon presiden, tentu akan menjaga kondisi psiko politik terutama dengan kekuatan potensial yang diajak bisa mendukung figur yang bersangkutan.
"Contoh, Prabowo tentu sudah berhitung bahwa Demokrat saat ini bukan Demokrat 2004 atau 2009, yang punya figur SBY. Demokrat saat ini yang mengalami kiris kepemimpinan," jelasnya.
Kiris kepemimpinan Demokrat itu menjadi peluang bagi partai yang sudah punya calon seperti Gerindra untuk melakukan pendekatan. Karena memang, Prabowo sudah pasti akan didukung Gerindra.
"Prabowo kan sudah tidak ada masalah di Gerindra. Tinggal dia mencari insentif elektoral dengan kekuatan lain. Partai Demokrat di saat krisis, sangat mungkin diajak berkomunikasi. Jadi itu bagian dari komunikasi politik. Itu hal biasa sudah lumrah meski dulu misalnya bermusuhan. Itulah seninya politik. Dulu bermusuhan, bisa jadi berkawan," tandasnya.
Seperti dilansir harian
Jurnal Nasional dan menjadi
headline hari ini, Prabowo Subianto menyatakan, agar rakyat Indonesia mendukung Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membawa negara ini ke arah yang lebih baik. Mantan Panglima Kostrad, itu juga meminta semua pihak fokus dalam membangun bangsa Indonesia yang saat ini mengalami degradasi politik.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo khusus
Jurnas di Medan, Sumatera Utara, Kamis (28/2), sesaat sebelum menghadiri kampanye terbuka calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu ‘“ Soekirman.
Menurut Prabowo, di bawah kepemimpinan SBY, rakyat Indonesia masih mengharapkan perubahan. Mantan Komandan Kopassus, itu optimistis, Indonesia bisa terus berubah hingga tahun 2014 mendatang, jika semua elemen bersatu dan tidak terpecah belah seperti saat ini.
Diminta tanggapannya atas pernyataan Prabowo tersebut, kepada
Jurnal Nasional, Presiden SBY menyatakan, "Jenderal Prabowo adalah sahabat saya. Sewaktu sama-sama bertugas di TNI, kami memiliki cita-cita, semangat dan kiprah yang sama, yaitu ingin membangun tentara yang maju, profesional dan modern.‘
Lebih jauh, Presiden SBY menyatakan, “Kami sama-sama mencintai Sang Merah Putih. Kami juga sama-sama mengemban tugas di medan-medan pertempuran. Bukan hanya sekali dua kali. Bukan hanya setahun - dua tahun. Untuk negara yang kita cintai ."
[zul]
BERITA TERKAIT: