Meski, di partai Prabowo Subianto itu, PKNU ganti baju menjadi sayap partai dengan nama Gerak Aswaja (Gerakan Rakyat Ahlu Sunnah Wal Jamaah).
"Nggak ada ngaruh. Karena tradisi, kultur, behavior, aplikasi amaliyahnya berbeda," ujar Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 19/2).
"Kalau di PKB Ahlussunnah Wal Jama'ahnya NU dan PKB adalah representasi politik Ahlussunnah Wal Jama'ah. Kalau kami itu menginternalisasi ajarah Ahlussunnah Wal Jama'ah secara kaffah (komprehensif)," sambung Marwan.
Sementara, Ahlussunnah Wal Jama'ah di partai lain cuma
lips service belaka. Kenapa cuma
lips service, karena nggak ada umatnya.
"Kami jelas-jelas ada umatnya, ada massanya, ada pelatihannya, ada gerakannya, ada internalisasi dan ideologisasi. Kalau di tempat lain nggak ada," tegas Marwan, yang juga Ketua Dewan Pembina Laskar Ahlussunnah wal Jama'ah (Aswaja) ini.
Marwan menambahkan, Ahlussunnah wal Jama'ah tak bisa diaktualisasikan di partai lain, karena kultur dan lingkungannya saja berbeda. "Kalau di kami, jelas-jelas tempat dan bersemainya ajaran Ahlussunnah Wal Jama'ah," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: