"Semuanya sudah dipubikasikan oleh lembaga-lembaga survei. Meskipun lembaga-lembaga survei belum tentu 100 persen benar," ujar Ketua Fraksi PKB Marwan Jafar dalam keterangan pers siang ini (Senin, 18/2).
Karena, kata Marwan, banyak juga lembaga survei yang ikut menjadi 'pemain politik' dengan cara yang eksplisit maupun implisit. Metode dan respondennya pun bermacam-macam. Ada yang menggunakan metode kombinasi stratified-cluster random sampling, dengan cara lewat telepon, wawancara langsung, atau lewat kuisioner yang disebar baik secara elektronik maupun non elektronik.
"Obyeknya pun berbeda-beda, mulai dari rakyat bawah sampai akademisi. Semua metodologi lembaga-lembaga survei itu, menurut orang-orang yang mensurvei, siap diuji secara akademis dan dapat dipertanggungjawabkan," ungkapnya.
Tetapi ada juga lembaga-lembaga survei yang tidak menyebutkan metodologi surveinya secara jelas. Mereka hanya sekedar mempublikasikan hasil survei yg dilakukan, padahal metodologi sangat mempengaruhi hasil survei yang diinginkan," imbuh Marwan.
Namun PKB, lanjut Marwan, tidak akan mempersoalkan hasil survei yang telah dipublikasikan tersebut. Karena PKB sudah mempunyai kriteria sendiri mengenai capres dan cawapres.
[zul]
BERITA TERKAIT: