Salah satu yang dinilai bertanggung jawab adalam kasus ini adalah Wakil Presiden Boediono yang menjabat Gubernur Bank Indonesia (BI) saat itu.
"Kalau KPK tidak berani tanggap Boedione, lebih baik Ketua KPK Abraham Samad mengundurkan diri dan pulang kampung ke Makasar," ujar Ketua Umum PP KAMMI Muhammad Ilyas dalam aksinya di depan Gedung KPK Jalan Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/12).
Menurutnya Ilyas, KPK cuma berani dengan jenderal berbintang saja, sementara Boediono yang tidak berbintang dibiarkan.
"Jenderal bintang dua ditanggap, lalu kenapa Boediono yang tidak punya bintang dibiarkan. Keterlibatan Boediono datanya lengkap, kita juga memegang datanya kok, dia itu malingnya. KPK jangan melucu deh," ungkap Ilyas.
"Jika 31 Desember nanti, KPK belum menangkap Boediono, kita akan serahkan tiket pesawat Abraham Samad untuk pulang kampung ke Makasar. Kami minta KAMMI Makasar menyambut Abraham dan sama-sama akan kami antar ke Bandara," sindir Ilyas.
Aksi dari 150 mahasisawa KAMMI ini sempat bentrok dengan pihak keamanan setelah mereka berusaha menurunkan bendera merah-putih yang sedang berkibat di tiang Bendera KPK. Hal ini dilakukan sebagai simbol lemahnya KPK menangkap KPK.
[arp]