Dalam persidangannya kemarin, terpidana korupsi Wisma Atlet itu menyebut bahwa Sekjen Partai Demokrat, Ibas, mengetahui betul seluk beluk proyek yang dikerjakan Nazaruddin. Bahkan, Nazaruddin selalu lapor laporkan penggunaan keuangan partai kepada Ibas dan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
"Itu fitnah, upaya pembusukan terhadap Mas Ibas," tegas Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat, Andi Nurpati, melalui pesan singkatnya (Jumat, 30/11).
Menurutnya, Nazaruddin sengaja membawa nama putra Presiden SBY itu lantaran sakit hati atas kejadian pencidukannya di luar negeri sampai pemulangannya ke Tanah Air pada tahun lalu, yang dijalankan setelah ada perintah langsung dari Presiden.
"Atau, karena Nazar kecewa diminta SBY untuk mengundurkan diri sebagai Bendahara Umum," urai Andi.
Daripada terus sibuk tembak kanan kiri, Andi Nurpati sarankan Nazaruddin fokus pada upaya meringankan hukumannya sendiri dalam banyak kasus dugaan korupsi.Â
[ald]
BERITA TERKAIT: