"Itu (minta diganti) sudah lama, sejak pertama kali saya dipanggil oleh KPK. Buktinya saya minta diganti tapi enggak diganti-ganti," aku Tamsil kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 11/9).
Ia mengaku minta diganti bukan lantaran terlibat kasus DPID yang telah menyeret politisi Partai Amanat Nasional Wa Ode Nurhayati dan Ketua Gema MKGR, Fahd A Rafiq. Namun lebih karena tak ingin merusak nama partai dengan pemberitaan-pemeberitaan yang muncul selama ini.
"Supaya saya bisa berkonsentrasi dan tidak merugikan partai. Bukan karena takut bersalah. Saya tidak mau terbawa-bawa nama partai. Tapikan sekarang partai sudah jalan, serta keluarga saya sudah biasa menerima kabar tersebut. Dan mereka tahu saya tidak terlibat," jelas dia.
Lebih dari itu, Tamsil mengaku tak takut jika sewaktu-waktu posisi empuknya sebagai anggota DPR harus digantikan oleh kader PKS lainnya.
"Saya ini sudah biasa bekerja dimanapun, saya masuk DPR bukan karena tidak punya kerjaan. Jadi saya tidak ada masalah kalau bekerja diluar maupun didalam, saya siap," pukas Tamsil yang mengaku keinginan untuk keluar dari partai tak lagi terbersit.
Seperti diketahui, Tamsil disebut mendapat jatah dari pengurusan alokasi DPID untuk Pidie Jaya dan Benar Meriah, NAD.
[dem]
BERITA TERKAIT: