Pidato SBY Mengherankan, Setelah Ini Harus Take Care

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 22 Agustus 2012, 06:33 WIB
Pidato SBY Mengherankan, Setelah Ini Harus <i>Take Care</i>
presiden sby/ist
rmol news logo Ketua Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Keuangan Negara (LPEKN) Sasmito Hadinagoro masih merasa perlu mengevaluasi pidato Presiden SBY tanggal 17 Agustus lalu.

Menurut Sasmito, pidato itu terbilang aneh karena SBY tidak mengungkapkan sebuah fakta penting, yakni tentang posisi utang Indonesia yang pada Juli 2012 telah mencapai Rp 1.950 triliun. Utang tersebut berupa pinjaman luar negeri sebesar Rp 627 triliun dan Surat Utang Negara (SUN) termasuk di dalamnya obligasi rekap senilai Rp 1.323 triliun.

"Jika strategi pembangunan pemerintah tidak berubah dapat diperkirakan utang pemerintah RI akan tembus hingga ke Rp 2.000 triliun," ujar Sasmito kepada Rakyat Merdeka Online.

Sasmito mengingatkan bahwa 'obligasi bodong' BLBI sebesar Rp 600 triliun turut andil memperbesar jumlah utang pemerintah. Pada saat jatuh tempo tahun depan, pemerintah harus melunasi pokok dan bunga yang sebesar Rp 430 triliun.

"Ini benar-benar bahaya kebijakan keuangan negara karena terus mengandalkan utang," sambungnya lagi.

Sasmito meminta SBY agar berhati-hati dengan model kebijakan ekonomi seperti ini.

"Bukan tidak mustahil nanti jika terjadi krisis seperti di Eropa, Menteri Keuangan malah 'cuci tangan'. Take care Pak SBY," demikian Sasmito. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA