Pengacara: Istana Berlebihan Sebut Antasari Khilaf

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 17 Agustus 2012, 10:13 WIB
Pengacara: Istana Berlebihan Sebut  Antasari Khilaf
antasari azhar
rmol news logo Manten Ketua KPK Antasari Azhar tak mau dituding khilaf atau berbohong. Dia menyatakan tak pernah mengeluarkan pernyataan bahwa rapat di Istana pada awal Oktober 2008 membahas soal bailout Bank Century.

Menurut pengacara Antasari, Maqdir Ismail, apa yang disampaikan kliennya dalam wawancara dengan Metro TV sama dengan pidato SBY, Rabu (15/8) lalu. Tidak ada satupun pernyataan Antasari yang menyinggung soal bailout Century.

Karena itu Antasari bingung ketika tiba-tiba dirinya disebut-sebut membuat pernyataan tersebut.  "Itu tidak benar. Entah siapa yang memulai seolah-olah Pak Antasari menyatakan itu," tegas Maqdir, dikutip dari Harian Rakyat Merdeka, (Jumat, 17/8).

Testimoni Antasari ‘meledak’ setelah ditayangkan dalam program  "Realitas "Metro TV pada 9 Agustus lalu. Dikutip dari rekaman acara ini yang beredar di YouTube, Antasari bilang seperti ini: "Saya, Century secara teknis tidak tahu. Soalnya sudah di-log. Tapi merencanakan sesuatu saya tahu. (Rapat) Century, yang hadir saja SBY dan Capres, Ketua KPK, Jaksa Agung, Kapolri. Menkopolhukam Widodo, Menko Perekonomian Sri Mulyani PLT, Hatta Rajasa Sekneg.”

Dia lalu menceritakan, pertemuan itu terbatas. Presiden memaparkan jangan sampai terjadi krismon seperti 1998. “Untuk pada itu kita melakukan terobosan, terobosan global namanya,” ujarnya.

Namun menurut Antasari, lanjut Maqdir, dalam pertemuan itu Presiden SBY hanya menyampaikan akan ada kebijakan yang bisa jadi terobosan dalam mengatasi krisis global. Nah, Antasari yang dimintai pendapat menyatakan, tidak ada masalah dengan kebijakan tersebut. Tapi, kalau nantinya dalam pelaksanaannya ada penyalahgunaan wewenang, di sanalah penegak hukum akan masuk. "Itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan bailout Bank Century," tegasnya lagi.

Nah, beberapa hari kemudian usai rapat terbatas itu, Boediono bertandang ke KPK menemui Antasari. Boediono menyampaikan rencana BI membailout bank Indover. Ternyata bank itu nggak dibailout, malah dimatikan. "Soalnya, menurut Antasari tidak layak, akhir 97-98 bank Indover memang sudah sakit," beber Maqdir.

Karena itu dia menolak pernyataan SBY yang menyebut Antasari khilaf. Dalam wawancara dengan Metro, Antasari sudah menyebut dirinya sama sekali tidak mengerti dan tidak tahu menahu soal bailout Century. "Rekaman itu sudah terang benderang," tegas Maqdir.

Menurut Maqdir, apa yang disampaikan Presiden dan staf-stafnya bahwa seolah-olah Antasari berbohong adalah berlebihan. "Itu saya kira tanggapan mereka berlebihan, belum baca, atau dengar pernyataan Pak Antasari, langsung memberikan tanggapan seperti itu," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA