Bara Hasibuan: Hatta Capres Yang mewakili Semangat Reformasi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 15 Agustus 2012, 11:59 WIB
Bara Hasibuan: Hatta Capres Yang mewakili Semangat Reformasi
hatta rajasa
rmol news logo Bursa calon presiden 2014 terus menjadi perbincangan yang hangat. Nama dan kriteria capres yang dimunculkan menjadi bagian penting bagi partai yang tengah memperkenalkan kandidatnya kepada publik.

Ketua DPP PAN Bara Hasibuan mengatakan, dari semua nama yang disebut akan menjadi kandidat di pemilu presiden 2014, Hatta Rajasa merupakan satu-satunya kandidat yang meneruskan semangat reformasi dan menguatkannya dengan pembangunan ekonomi.

"Kenapa reformasi masih relevan? Walaupun transisi politik kita telah mengalami kemajuan, masih banyak yang harus dikerjakan agar demokrasi kita makin kuat dan matang. Hal tersebut dilakukan dengan memperkuat pembangunan ekonomi," ujar Bara (Rabu, 15/8).

Bara menekankan, siapapun presiden yang terpilih harus memiliki konsep dan visi yang jelas tentang pembangunan ekonomi dan penguatan demokrasi. Ini yang membuat pilpres 2014 sangat krusial dan strategis. "Kita tidak ingin berbagai kemajuan demokrasi yang sudah dicapai oleh bangsa Indonesia dimundurkan kembali," tegas Bara.

Di samping itu juga masih banyak hal-hal yang harus dilakukan untuk

memperkuat demokrasi, seperti reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi
serta penegakan hukum.

"Kita ingin siapapun yang terpilih menjadi presiden 2014 bukan hanya membawa indonesia maju menjadi kuat secara ekonomi, tapi juga membuat demokrasi indonesia lebih matang," kata Bara.

Hal itu yang merupakan keunggulan Hatta Rajasa dibandingkan nama-nama lain. "Hatta Rajasa terlibat secara langsung di awal proses reformasi, baik di partai politk, parlemen, maupun pemerintahan. Pengalaman itu memberikannya pemahaman utuh atas Indonesia sebagai sebuah demokrasi yang terkonsolidasi," ujar Bara yang di awal reformasi terlibat aktif di gerakan politik MARA bersama Amien Rais, Emil Salim, Goenawan Muhammad, Franz Magnis Suseno dan Mochtar Pabotingi.

Lebih jauh, ujar Bara, pengalaman Hatta sebagai Menteri Perekonomian memberikan pemahaman yang utuh atas bagaimana pencapaian ekonomi belakangan ini bisa dilanjutkan dan diperkuat untuk memberikan kesejahteraan bagi lebih banyak rakyat.

Bara menjelaskan, "pembangunan ekonomi merupakan wujud pendalaman demokrasi. Pertumbuhan ekonomi akan memperkuat ruang kebebasan bagi warga negara untuk mengekspresikan pendapatnya secara mandiri tanpa tekanan yang bersifat langsung dan tidak langsung. Kemajuan ekonomi warga akan menutup tekanan terhadap politik uang, misalnya." [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA