Hasil survei Jaringan Suara Indonesia (JSI) menempatkan PAN pada urutan keempat setelah Golkar, PDIP, dan Demokrat. Meski masuk dalam empat besar, dengan dengan elektabilitas 6,0 persen, kalangan partai berlambang matahari biru itu tak lantas berpuas diri.
"Survei itu hanya sebagai acuan, bukan harga mati, bukan pujian atau cacian. Bagi saya sebagai Ketua BM PAN itu hanya sebagai pemacu untuk bekerja," ujar Ketua Umum BM PAN Yandri Susanto kepada Rakyat Merdeka Online kemarin.
Dikatakan Yandri, apapun hasil survei, baik itu yang menunjukkan elektabilitas PAN tinggi atau rendah, pihaknya harus tetap semangat bekerja membesarkan partai lewat konsolidasi dan bekerja menjalankan agenda-agenda kerakyatan. "Kalau besar tidak boleh terlena, jumawa. Tetap harus semangat. Kecil, besar harus tetap semangat, kerja terus tanpa mengesampingkan hasil survei-survei itu," ungkapnya.
Karena, beberapa hari sebelum rilis survei JSI, Centre for Strategic and International Studies (CSIS) juga mempublikasi temuannya. Hasil survei CSIS ini berbeda dengan temuan JSI.
Hasil survei CSIS, menyebutkan, Golkar mendapat 18 persen suara, sementara PDIP 11,6 persen dan disusul partai Demokrat mendapat 11,1 persen. Sementara partai lainnya, seperti Gerindra mendapat 5,2 persen, PPP mendapat dukungan sebanyak 3 persen, PKB 2,8 persen, PKS 2,2 persen, dan PAN 2 persen.
Partai baru seperti NasDem mendapat 1,6 persen. Perolehan NasDem itu lebih tinggi dibandingkan dengan partai Hanura yang mendapat suara 1,5 persen. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: