Itu antara lain pertanyaan yang beredar di tengah masyarakat mengiringi misteri sikap PKS dalam putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta. Dalam putaran pertama, PKS mendukung Hidayat Nur Wahid dan Didik J. Rachbini. Hidayat adalah mantan presiden partai itu yang juga mantan ketua MPR RI. Sementara Didik adalah mantan anggota DPR RI dan salah seorang politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Spekulasi yang berkembang menyebutkan bahwa sebagian masyarakat Solo khawatir kotanya akan dipimpin FX Hadi Rudyatmo yang bukan seorang muslim bila Jokowi menang dalam pilkada Jakarta. Sementara, spekulasi lain mengatakan mayoritas masyarakat Jakarta belum bisa menerima pemimpin nonmuslim yang dapat terjadi bila, seandainya, Jokowi menang tetapi berhenti di tengah jalan karena mengincar jabatan lain. Bila hal itu yang terjadi, Basuki T. Purnama alias Ahok akan otomatis menggantikan Jokowi.
Hidayat Nur Wahid merasa perlu memberikan penjelasan mengenai rumors yang berkembang di tengah masyarakat ini. Katanya, PKS sama sekali tidak mempersoalan identitas seorang pejabat publik.
Lebih dari itu, PKS tidak melihat pemilihan gubernur Jakarta sebagai persoalan umat dan akidah. Begitu dikatakan HNW dalam perbincangan dengan
Rakyat Merdeka Online, kemarin (Rabu, 8/8).
Hidayat juga mengatakan bahwa pihaknya belum menentukan pilihan, apakah mendukung Fauzi Bowo yang besar dalam tradisi Islam Jakarta ataupun Jokowi, walaupun pertemuan dengan kedua kandidat itu telah dilakukan secara tepisah.
"Disepakati akan ada satu pertemuan lagi. Dan saya kira dalam minggu ini semuanya bisa di-clear-kan," tandasnya. [zul]
BERITA TERKAIT: