Suara PKS Dipastikan Pecah Putaran Kedua

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 27 Juli 2012, 09:57 WIB
Suara PKS Dipastikan Pecah Putaran Kedua
rmol news logo Kader dan pendukung PKS tidak solid mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini pada putaran pertama pemilihan kepala daerah DKI Jakarta Rabu (11/7) lalu. Karena itu bisa dipastikan, pada putaran kedua nanti 20 September mendatang akan tetap pecah.

Kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Jumat, 27/7), pengamat politik dari The Indonesia Institute Hanta Yuda menjelaskan, jika dilihat dari data exit poll pilkada DKI putaran pertama kemarin, pemilih PKS yang memilih pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini hanya 1/2-nya atau 50 persen.

"Itu artinya hanya 1/2 pemilih PKS yang mengikuti perintah elite. Sisanya alami split ticket voting. Padahal kandidatnya dari kader internal PKS dan figurnya cukup kuat di internal PKS. Nah untuk putaran kedua, tentu akan lebih sedikit lagi yang bisa diarahkan oleh elite, maksimal kader-kader inti PKS saja. Karena di PKS ada mekanisme di Majelis Syuro-nya," jelas Hanta.

Pada pilkada DKI Jakarta 2012 ini, Hidayat-Didik meraup suara 508113 suara atau 11,7 persen. Sementara suara PKS di Jakarta pada pemilihan legislatif 2009 lalu, PKS berhasil mengumpulkan suara 696.706 atau sekitar 18 persen dari total pemilih. Yang paling fantastis adalah pada pilgub DKI Jakarta 2007 lalu. Saat itu, pasangan Adang Daradjatun-Dani Anwar, yang didukung PKS, meraih suara 1.535.555 atau 42,13 persen.

Sementara simpatisan-simpatisan, yang bukan kader PKS, Hanta melanjutkan, sulit untuk diarahkan. Apalagi di putaran kedua yang kandidatnya bukan dari pks. Jadi tidak sebanyak dukungan suara kepada HNW yang bisa dialihkan. Dia menduga maksimal hanya 1/2 dari suara HNW yang bisa dialihkan atau mengikuti anjuran atau perintah elite partai untuk di putaran kedua.

"Selain itu, jika dilihat dari exit poll pemilih PKS di putaran kedua dukungannya

terbelah relatif sama2-sama kuat kepada kedua kandidat (Fauzi Bowo dan Joko Widodo). 36 persen pilih Foke dan 24 persen pilih Jokowi. Jadi, apapun keputusan PKS, pilihan pemilih/pendukung PKS akan terbelah kepada kedua kandidat," tukas Hanta.

Namun, soal PKS yang sampai saat ini belum menentukan suara, Hanta memaklumi. "Biasa itu fenomena di partai. Masih ada tarik-menarik dan dinamika internal atau 'kesepakatan' yang belum tercapai. Semoga tidak bersifat transaksional," demikian Hanta. [zul]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA