Warga Panik Tahu dan Tempe Langka di Pasaran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 25 Juli 2012, 14:46 WIB
Warga Panik Tahu dan Tempe Langka di Pasaran
rmol news logo Kelangkaan tempe-tahu di pasar tradisional hari ini, membuat sebagian warga kuatir. Selama ini warga memilih mengkonsumsi tempe-tahu karena terhitung paling murah.

Namun kini warga harus menguras kocek dalam lagi untuk membeli tempe-tahu yang harganya mulai melambung tinggi lantaran kenaikan harga kedelai.

"Panik saja Mas. Kalau tahu dan tempe sudah nggak ada lagi gara-gara pemerintah naikin harga yang tadinya 3.500 per potong tempe, sekarang jadi 8 ribu rupiah per potongnya. Terus keluarga saya mau makan apa kalau semua harga tahu dan tempe naik?," ucap Nurlela (46) kesal yang ditemui di Pasar Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (25/7).

Selain memang makanan favorit keluarganya, seperti dikutip dari JakartaBagus.Com, menurut ibu beranak tiga itu, tempe-tahu juga bisa jadi pengganti makanan alternatif di kala harga daging ayam dan sapi mahal. Ia hanya bisa berharap pemerintah tidak menaikkan harga tempe-tahu di tengah gejolak harga daging sapi dan daging ayam. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA