Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berhak untuk menyampaikan bahwa menteri yang tidak bisa membagi waktu antara kerja di kementerian dan di partai politik untuk mengundurkan diri.
Hal itu disampaikan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq kepada Rakyat Merdeka Online usai buka puasa bersama di rumah Hidayat Nur Wahid di Kemang Selatan, Jakarta tadi malam (24/7).
"Itu haknya beliau untuk menyampaikan. Mungkin indikator itu sangat kuat dirasakan oleh beliau," jelasnya.
Tapi Presiden PKS ini memastikan bahwa yang disinggung oleh SBY itu bukan anak buahnya yang ada di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.
"Karena menteri PKS semua sudah tidak lagi jadi fungsionaris partai. Itu yang dimaksudkan, kan fungsionaris partai yang menteri. Di PKS tidak ada fungsionaris partai yang menteri. Semua menteri langsung kita cut off tidak lagi jadi fungsionaris," dalihnya.
Di KIB II, ada tiga kader PKS. Yaitu, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dan Menteri Pertanian Suswono.
Apakah tidak sebaiknya SBY menunjuk hidung langsung menteri yang dimaksud supaya tidak jadi polemik?
"Beliau lebih tahu apa yang beliau ucapkan. Dan lebih tahu langkah yang akan diambil. Itu hak prerogatif beliau," jawabnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: