Din Syamsuddin dan Said Aqil Siradj Belum Tentu Dipilih Pengikutnya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 24 Juli 2012, 12:09 WIB
Din Syamsuddin dan Said Aqil Siradj Belum Tentu Dipilih Pengikutnya
rmol news logo Said Aqil Siradj dan Din Syamsuddin boleh saja masing-masing memimpin organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia yaitu NU-Muhammadiyah, yang membuat keduanya berpotensi untuk dilirik untuk didukung pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

Tapi memimpin organisasi besar saja tidak cukup. Keduanya masih memiliki tantangan yang cukup besar kalau memang berniat untuk meramaikan bursa pilpres.

"Tantangan terbesar  pertama, soal popularitas mereka pribadi. Pada umumnya, yang kenal mereka kalangan terbatas hanya dari ormas yang bersangkutan," ujar pengamat politik M. Qodari kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 24/7).

Tantangan kedua, anggota ormas yang mereka sendiri pimpin belum tentu mau memilih mereka.

"Sekarang umat itu tidak lagi taklid, tidak sepenuhnya taat. Artinya tidak lagi sami'na wa atho'na [kami mendengar lalu kami menaati]. Masyarakat punya otonomi pemilih yang besar," ungkap Direktur Eksekutif Indo Barometer ini.

"Tingkat dukungan dari warga NU kepada tokoh NU atau masyarakat Muhammadiyah kepada tokoh Muhammadiyah itu tidak otomatis. Mereka punya penilaian sendiri. Itu yang membuat sulit para tokoh dan para calon yang mau menggandeng mereka," sambungnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA