Pemilihan Presiden baru akan digelar dua tahun lagi, yaitu pada 2014 mendatang. Tapi wacana soal siapa yang akan meramaikan bursa dan ikut bertarung sudah menjadi perdebatan hangat, tak hanya di antara politisi, bahkan sudah sampai di tengah masyarakat lewat obrolan warung kopi.
Sejauh ini, figur-figur yang diprediksi akan maju baru dari kalangan partai. Seperti Aburizal Bakrie, Hatta Rajasa, Prabowo Subianto, Wiranto dan Megawati Soekarnoputri. Dan figur alternatif-independen seperti Mahfud MD, Dahlan Iskan, Anies Baswedan, Gita Wirjawan.
Bagi pengamat politik M. Qodari ada tokoh lain yang akan diperhitungkan untuk maju pada pemilihan presiden. Yaitu, dua pimpinan ormas Islam terbesar di Indonesia, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. "Saya kira secara umum keduanya pasti diperhitungkan," ujar Qodari kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 24/7).
Kedua tokoh itu diperhitungkan, karena memimpin organisasi kemasyarakatan yang jumlah pengikutnya lebih banyak dari kader dan simpatisan partai.
"Pengikut NU lebih besar dari PKB; bahkan lebih besar dari semua partai yang ada. Yang pasti juga Muhammadiyah lebih besar dari PAN," ujar Qodari merujuk kepada partai yang kedua ormas itu masing-masing terlibat dalam pembentukannya.
Karena itu, dalam sejarah politik di Tanah Air, tokoh kedua ormas itu selalu diincar untuk jadi calon. Walau kebanyakan hanya jadi calon wakil presiden
"Tahun 2004, Ketua PBNU Hasyim Muzadi digandeng Megawati. Begitu juga Shalahuddin Wahid, yang nota bene Ketua PBNU dengan Wiranto. Bahkan waktu JK (Jusuf Kalla) maju 2009, eksistensinya dikaitkan dengan NU-Muhammadiyah. Amien Rais juga bisa dilihat dalam konteks ini kan," jelasnya.
"Makanya keduanya (Din-Said) sangat mungkin diperhitungkan. Itulah realitas politik kita," tandasnya [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: