"Ini sangat tidak tepat. Kita harus mengingatkan pemerintah untuk lebih bijaksana," kata anggota Komisi XI, Maruarar Sirait di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 3/7).
Dikatakan, pergaulan dengan dunia internasional memang sangat diperlukan. Namun saat sekarang ini, pemberian itu belum tepat.
"Kita harus jujur dalam pergaulan internasional IMF memang perlu, namun kita harus mendahulukan kepentingan nasional. Saya rasa rakyat pun tidak setuju dengan ini," ungkapnya.
Politisi PDI P ini juga mengungkapkan, dana sebesar itu lebih baik digunakan untuk kepentingan masyarakat luas. Seperti, pembangunan sekolah, pembangunan jembatan dan subsidi buat petani.
"Kita sudah selesailah pada pencitraan internasional, lebih baik ke subtansi saja. Apalagi kita masih punya utang," paparnya.
Terkait itu, Komisi XI DPR akan memanggil Menteri Keuangan Agus Martowardojo untuk mempertanyakan kebijakan tersebut.
"Secepatnya kita akan panggil. Semestinya menteri keuangan, harus konsultasi dengan Peresiden, BI dan DPR. Karena Itu perlu persetujuan DPR," tambahnya.
[dem]