Ditanya Dugaan Korupsi Hartati Murdaya, Anis Matta Jawab No Comment

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 03 Juli 2012, 14:45 WIB
Ditanya Dugaan Korupsi Hartati Murdaya, Anis Matta Jawab No Comment
hartati murdaya/ist
RMOL. Wakil Ketua DPR RI Koordinator bidang Ekonomi Keuangan, Anis Matta tak mau mengomentari dugaan keterlibatan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Siti Hartati Murdaya dalam kasus dugaan suap kepada Bupati Buol, Amran Batalipu.

"Saya tidak tau masalah itu, no comment," kata Anis Matta di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 3/7).

Pada Jumat kemarin, KPK menggeledah dua kantor milik PT Cipta Cakra Murdaya. Yakni, di jalan Cikini Raya 78 Jakarta Pusat dan jalan Imam Bonjol 24 Jakarta Pusat. Penggeledahan itu terkait dengan kasus suap di Buol yang nilainya, menurut salah seorang pimpinan KPK, mencapai miliaran rupiah.

PT Cipta Cakra Murdaya dan PT Hardaya Inti Plantation, diduga kuat dimiliki pengusaha perempuan, Siti Hartati Murdaya, yang juga menjabat anggota Dewan Pembina Partai Demokrat. Hartati juga dikenal amat dekat dengan Cikeas.

Sejak pekan lalu KPK sudah menetapkan Bupati Buol, Sulawesi Tengah, Amran Batalipu, sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan hak guna usaha perkebunan di Kecamatan Bukal, Kabupaten Buol.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan transaksi suap yang terkait Perizinan hak guna usaha (HGU) Perkebunan di Kabupaten Buol.

Dalam operasi pekan lalu itu, KPK menangkap Anshori dalam drama menegangkan karena mendapat perlawanan dari Bupati Buol dan anak buahnya.

KPK juga menetapkan dua tersangka lain dalam kasus dugaan suap miliaran rupiah ini, yakni Gondo Sujono (GS) yang merupakan Direktur Operasional PT Hardaya Inti Plantation.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA