Masyarakat Jakarta diharapkan tidak asal dalam menentukan pilihan pada pemilihan kepala daerah DKI Jakarta 11 Juli mendatang.
"Pilihlah calon yang kira-kira bisa membawa Jakarta ke arah perubahan," ujar Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia Prof. Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 29/6).
Karena itu menurutnya, yang paling harus dihindari warga Jakarta adalah calon gubernur incumbent. Karena Fauzi Bowo sudah gagal total selama lima tahun memimpin Ibukota.
"Nggak ada berhasilnya dia itu. Yang lima pasangan lain silakan pilih. Tapi incumbent jangan pilih. Dia hanya berpura-pura baik terus, padahal gagal total di Jakarta," ungkap Prof. Iberamsyah.
Dalam analisanya, di antara lima calon gubernur selain incumbent, yang menarik perhatiannya adalah pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini. Menurutnya, pasangan yang didukung PKS itu lebih jujur dibanding yang lain. "Itu kelihatan kampanye apa adanya, tidak melebihkan-lebihkan, tidak bersuara terlalu tinggi," sambungnya.
Tak hanya itu, Prof. Iberamsyah pun yakin, pasangan Hidayat-Didik itu akan menang. Meski hanya satu partai yang mendukungnya. Karena kader PKS itu solid sekali.
"Mereka (kader PKS) itu sekitar 20 persen plus 10 persen simpatisan. Kalau sudah (mengantongi) 30 persen, jadi juara sudah itu dia," ungkapnya.
Tambah Prof. Iberamsyah, semakin banyak calon akan semakin menguntungkan bagi PKS. Karena suara masyarakat akan bagi kepada banyak calon sementara suara PKS solid. "(Apalagi) partai yang lain itu terpecah belah. Sementara PKS solid," tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: