Pasti, Korupsi Pengadaan Al Quran Pengaruhi Citra Aburizal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 29 Juni 2012, 11:27 WIB
Pasti, Korupsi Pengadaan Al Quran Pengaruhi Citra Aburizal
rmol news logo Kasus korupsi pembahasan pengadaan Al Quran dipastikan akan mempengaruhi citra Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie. Karena sejauh ini, baru anggota DPR dari Golkar, Zulkarnaen Djabar, yang telah ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Pastilah. Makanya (Golkar) jangan bicara suara rakyat lah. Korupsi-korupsi saja. Orang dari dulu track record-nya orang sudah tahu kok," ujar Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 29/6).

Menurut Iberamsyah, kader Golkar yang tersangkut korupsi tidak hanya Zulkarnaen Djabar. Jauh sebelumnya, bahkan Paskah Suzetta, yang pernah menjadi menteri juga terpaksa harus mendekam di penjara karena tersangkut kasus hukum.

"Jadi banyak sekali. Saya orang paling pertama tidak percaya sama Golkar. Itu betul-betul musang berbulu sapi," kata Iberamsyah bertamsil.

Karena itu, sambung, Iberamsyah, kasus korupsi ini akan mempengaruhi elektabilitas Aburizal Bakrie, yang  akan dikukuhkan sebagai calon presiden Partai Golkar.

"Jelas. Seperti Partai Demokrat. (Karena banyak kader yang tersangkut korupsi), partainya kan disebut-sebut sebagai partai sarang korupsi. Golkar juga sama. Dia tidak berhasil melindungi kadernya dari korupsi," jelasnya.

Bahkan menurut Iberamsyah, Golkar lebih hancur lagi dari Demokrat. "Yang video porno, ingatkan, itu juga kan Golkar juga. Jadi lengkap sekali kalau mengenai (cacat) moralnya di Golkar itu," tandasnya.

Kader Golkar terlibat mesum yang dimaksud Iberamsyah itu adalah Yahya Zaini bersama pedangdut Maria Eva. Meski akhirnya, Yahya Zaini, yang saat itu menjabat sebagai Koordinator Bidang Agama dan Sekretaris Fraksi Partai Golkar, mengundurkan diri dari DPR. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA