"Membaca pemberitaan dua hari terakhir soal indeks negara gagal, ada hal-hal yang perlu diluruskan agar kita tidak terjebak pada kesimpulan yang salah," kata Denny dalam keterangan tertulis kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 21/6).
Denny mengatakan bahwa ia telah menulis soal indeks negara gagal ini dalam buku Indonesia Optimis yang diterbitkan pada tahun 2011. Denny pun mengapresiasi laporan Fund for Peace, yang sudah dimulai sejak 2005, dan menjadikan hasilnya sebagai rujukan agar Indonesia tidak menuju negara gagal. Apalagi, Fund for Peace telah menggunakan metodologi yang berkualitas, menggunakan 12 indikator serta melibatkan 177 negara dari seluruh penjuru dunia.
Namun, Denny mengingatkan, untuk menyimpulkan arah Indonesia berdasarkan hasil survei tersebut harus dilakukan dengan analisa yang lebih menyeluruh. Tidak
fair menilai Indonesia menuju negara gagal dengan hanya mendasarkan pada peringkat yang turun hanya satu di tahun 2012, tanpa melihat peringkat sejak tahun 2005 yang cenderung membaik. Demikian pula, tidak fair menyatakan Indonesia menuju negara gagal, tanpa melihat bahwa skor indeks negara gagal Indonesia justru terus membaik, sehingga di tahun 2012 ada pada skor 80,6 yang merupakan skor terbaik Indonesia sejak indeks negara gagal dirilis di tahun 2005.
"Dengan melihat keseluruhan survei sejak tahun 2005, akan terlihat jelas, bahwa skor kita terus membaik, dari tahun ke tahun, setelah sempat memburuk pada skor 89,2 di tahun 2006, skor Indonesia terus naik menjadi 84,4 tahun 2007, 83,3 tahun 2008, 84,1 2009, 83,1 tahun 2010, 81,6 tahun 2011 dan terakhir 80,6 tahun 2012," jelas Denny.
Denny mengakui, peringkat 63 di tahun 2012 memang turun bila dibandingkan peringkat 64 di tahun 2011. Namun hal ini tetap jauh lebih baik dari peringkat terburuk ke-32 di tahun 2006, 55 tahun 2007, 60 tahun 2008, 62 tahun 2009, 61 tahun 2010.
"Mari kita menyampaikan berita dengan analisa yang lebih utuh, sehingga tidak jatuh pada kesimpulan yang keliru," ajak Denny, sambil mengajak agar tetap waspada dan bekerja lebih keras.
"
Alhamdulillah, kesimpulannya kita bukan mendekat, tetapi makin jauh dari negara gagal berdasarkan hasil survei Fund for Peace tersebut," demikian Denny.
[ysa]