"PKS tidak perlu membanting rumah tangga sendiri dengan menyalahkan SBY sebagai 'menantu' yang tidak berani bertanggung jawab. Pengkambinghitaman justru menunjukkan kualitas dan karakter PKS yang rendahan," ujar Ketua Umum Banteng Kedaulatan, Farhan Effendi kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 4/4). Banteng Kedaulatan merupakan ormas pendukung SBY.
Sudah dipahami bahwa apa yang dimainkan oleh PKS adalah politik pragmatis untuk kekuasaan semata. Segudang dalil yang dimajukan elit PKS, kata dia, hanyalah jubah untuk menutupi kedok birahi kekuasaannya.
"PKS mestinya berkaca, ibarat gadis yang dipinang, PKS adalah gadis genit yang suka serong. Gampang main mata jika ada lelaki lain. Jika menguntungkan, dia tidak segan mencoleknya. Inilah kenyataan praktek politik partai PKS," kata dia.
Menurutnya, terlalu tinggi jika PKS menuntut SBY sendiri yang berbicara mengeluarkan PKS dari koalisi. Sebab PKS tidak terlalu terhormat dalam permainan politik yang sudah disepakati bersama dalam komitmen pembentukan Setgab. Apalagi semua sudah tahu bukan dalam isu kenaikan harga BBM saja PKS berseberangan sikap dengan koalisi.
"Aksi sepihak (PKS) membuat kestabilan koalisi terganggu. Catatan merah praktik politik PKS sangat berisiko bagi SBY. Dalam kacamata etika, jelas PKS melakukangan pengangkangan atas kebersamaan koalisi. Dari segi disiplin, dikeluarkanya PKS dari koalisi akan mempertajam ketaatan peserta koalisi yang lain, dalam mematuhi fatsun politiknya," tutup Farhan.
[dem]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google