Menurut pengamat ekonomi-politik Syahganda Nainggolan, daripada membuang menteri dari PKS, lebih baik Presiden SBY mencopot Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik. Karena anggota Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat itulah penyebab keretakan hubungan sesama partai koalisi.
"Jero Wacik ini tidak ada kerjanya. Sudah tahu ada suasana panas jelang kenaikan harga BBM, tapi dia tidak melakukan apa-apa. Dia tidak melakukan sosialisasi. Jero Wacik malah asyik bermain golf dan berfoto ria bersama caddy," ujar Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online siang ini (Rabu, 4/4).
Menurut Syahganda, mestinya Jero melakukan sosialisasi jauh-jauh hari bertemu dengan tokoh masyarakat, aktivis, mahasiswa, dan kalangan kampus. Jero harus meyakinkan masyarakat pentingnya kenaikan harga BBM untuk menyelamatkan fiskal. Tapi sayangnya, tugas itu malah diambil alih Menko Perekonomian Hatta Rajasa. "Pertemuan dengan para rektor itukan diinisiasi Hatta Rajasa, yang orang PAN," sambung mantan aktivis ITB ini.
Selain itu, masih menurut Syahganda, Jero Wacik dan menteri sebelumnya Darwin Saleh, yang juga dari Demokrat, tidak pernah menyampaikan gagasan bagaimana penyelamatan energi nasional. Padahal ada banyak sumber energi selain BBM.
"Kenaikan harga BBM pada tahun 2006-2007, pemerintah betul-betul mensosialisasikannya. Selain itu, Pak Purnomo Yusgiantoro (Menteri ESDM KIB I), juga ada keberhasilan menkonversi BBM ke gas. Makanya ada orang bilang gas melon, yang ukuran 3 Kg itu. Itu kan fakta, ada kerja, ada sosialisasi. (Saat) ini tidak ada kerja, tidak ada sosialisasi," sebut Syahganda.
"Makanya kehancuran koalisi akibat kegagalan Menteri Jero Wacik ini," simpul Ketua Dewan Direktur Sabang Merauke Circle ini. [zul]
BERITA TERKAIT: