Partai Golkar sampai ini belum memutuskan dan mengumumkan siapa yang akan diusung sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada Juli 2012 mendatang.
Sampai saat ini, partai berlambang pohon beringin itu masih menimang-nimang dua nama, yaitu Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dan anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya.
"(Tapi) kecenderungan kita, siapapun yang bisa membawa dukungan dari partai lain, elektabilitas dan bisa mengatasi persoalan Jakarta (itu yang akan didukung)," jelas kepada DPP Partai Golkar Ade Komaruddin di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 6/3).
Karena, lanjut Ade, hasil survei yang digelar, Partai Golkar ingin mencalonkan kadernya sebagai gubernur, bukan wakil gubernur, meski kursi Golkar di DPRD tidak cukup untuk mengusung calon sendirian.
Untuk itu, lanjut Ade, agar Golkar bisa mengusung cagub, calon yang diusung itu bisa menggaet partai lain agar mencukupi persyaratan mengajukan pasangan calon yaitu minimal 15 kursi.
"Golkar hanya tujuh kursi. Tentu, orang (calon yang diusung) itu harus bisa membawa dukungan ke partai lain," katanya.
Lebih jauh dia mengatakan, kemungkinan Golkar akan berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Damai Sejahtera (PDS).
Selain itu, dia mengungkapkan, calon yang diusung itu juga harus memiliki elektabilitas yang tinggi. Ditambah lagi, calon tersebut bisa menyelesaikan persoalan DKI Jakarta, yakni banjir dan macet.
Partai Golkar terus mengulur waktu pengumuman siapa jagoannya yang akan diusung pada pemilihan gubernur DKI Jakarta. Yang terbaru kemarin, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie menegaskan, partainya mengumumkan Senin petang pukul 4 sore. Tapi nyatanya tidak jadi. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: