"Kita tidak menarik-narik elit Demokrat," kata Rufinus dalam perbincangannya dengan
Rakyat Merdeka Online, Kamis (19/1).
Di dalam kasus Wisma Atlet, imbuh Rufinus, Nazaruddin dituduh menerima uang dari PT DGI, dan yang ingin Nazaruddin beberkan adalah uang itu masuk ke kas perusahaan, yakni Permai Grup yang dimiliki Yulianis dan Anas Urbaningrum.
"Kita hanya ingin mendudukan persoalan bahwa uang ini adalah uang badan hukum, Permai Grup yang dimiliki Yulianis dan Anas," katanya lagi.
Masih katanya, kalau Demokrat kebakaran jenggot dan berfikiran negatif atas apa yang dilakukan Nazaruddin, berarti Partai Demokrat tak mengerti kasus ini. "Ini berarti orang-orang Demokrat tolol semua," kesal Rufinus.
Memang Partai Demokrat seperti kebakaran jenggot atas semua manuver Nazaruddin di persidangan. Salah satunya adalah Kepala Biro Hukum dan Perundang-undangan Partai Demokrat, Jemmy Setiawan. Ia mengatakan, mantan Bendahara Umum Demokrat Nazarudin bukan seorang politisi, akan tetapi Nazar hanyalah seorang pemain teater.
[arp]
BERITA TERKAIT: