Hatta Rajasa: Strategi Pemerintah Sudah Benar, Tidak Menganut Neoliberalisme

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 10 Desember 2011, 20:28 WIB
Hatta Rajasa: Strategi Pemerintah Sudah Benar, Tidak Menganut Neoliberalisme
hatta rajasa/ist
RMOL. Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Hatta Rajasa, menepis Indonesia menganut paham neo liberalisme. Di tengah upaya menerima konsep pasar terbuka, Indonesia tetap mengedepankan terwujudnya pasar berkeadilan.

"Tidak saja ekonomi yang berorientasi keluar, tapi juga kedalam. Kita bukan menjadi penjaga kebun, tetapi menjadi tuan di negeri sendiri," kata Hatta dalam pidato politiknya pada Rakernas PAN di JICC, Kemayoran, Jakarta (Sabtu, 10/12)

Menteri Menko Perekonomian itu melanjutkan, ekonomi yang dibangun Indonesia tidak hanya mengejar pertumbuhan semata, tetapi juga pemerataan inklusif.

"Tidak saja ekonomi terbuka dan maju, namun juga sebuah ekonomi yang dapat menjamin kemandirian dan ketahanan pokok," terangnya.

Hatta meyakini strategi ekonomi yang dijalankan pemerintahan SBY-Boediono berada di jalur yang benar. Yakni pro growth, pro poor, pro job dan pro enviroment termasuk program MP3I untuk mempercepat ekonomi domestik.

"Kita berada di jalur yang benar dan jauh dari praktik ekonomi neo liberal," imbuhnya.

Oleh karena itu, PAN mendukung pembangunan sumber daya manusia dan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pilar utama untuk mempercepat kemandirian dan daya saing bangsa.

"Dengan kerja keras, tahun 2025 kita akan menuju negara setaraf dengan tingkat kemakmuran negara-negara maju atau high income economies," demkian Hatta. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA