Kini, Amerika Serikat sedang panik menghadapi kekuatan ekonomi China yang semakin menggurita. Kemana-mana, AS menawarkan kerjasama perdagangan Trans Pasifik sebagai strategi menghadapi negeri para Kaisar itu. AS pun resah dengan kekuatan militer China sehingga berencana membangun pangkalan militer dan menempatkan 2.500 marinir di Darwin, Australia.
"Kita perlu menghidupkan kembali poros Jakarta-Peking sebagaimana era Bung Karno. Kita sekalian saja bikin poros Jakarta-Beijing," kata Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 20/11).
Dan kini, lanjut Bima, saat yang tepat untuk menasionalisasi semua aset pertambangan. Dan bila ini terlalu ekstrem, Indonesia bisa meminta AS untuk bersama-sama menegosiasikan semua kontrak karya yang pernah dibuat. Sebab selama ini kontrak karya yang dibuat sangat merugikan Indonesia dan menjadikan bumi Nusantara masih dalam keadaan terjajah.
"Kita buktikan kedaulatan kita pada AS yang selama ini mengeksploitasi kekayaan Indonesia," demikian Bima.
[ysa]
BERITA TERKAIT: