PERDAGANGAN TRANS PASIFIK

Membangun Kembali Poros Jakarta-Beijing, Memukul AS yang Sedang Panik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Minggu, 20 November 2011, 16:59 WIB
Membangun Kembali Poros Jakarta-Beijing, Memukul AS yang Sedang Panik
aria bima/ist
RMOL. Bukan sekali dua kali Amerika Serikat (AS) mempermainkan dan melecehkan Indonesia. Dan saat ini merupakan saat yang tepat bagi Indonesia untuk bangkit melawan dan memberi pelajaran bagi AS.

Kini, Amerika Serikat sedang panik menghadapi kekuatan ekonomi China yang semakin menggurita. Kemana-mana, AS menawarkan kerjasama perdagangan Trans Pasifik sebagai strategi menghadapi negeri para Kaisar itu. AS pun resah dengan kekuatan militer China sehingga berencana membangun pangkalan militer dan menempatkan 2.500 marinir di Darwin, Australia.

"Kita perlu menghidupkan kembali poros Jakarta-Peking sebagaimana era Bung Karno. Kita sekalian saja bikin poros Jakarta-Beijing," kata Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PDI Perjuangan, Aria Bima, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 20/11).

Dan kini, lanjut Bima, saat yang tepat untuk menasionalisasi semua aset pertambangan. Dan bila ini terlalu ekstrem, Indonesia bisa meminta AS untuk bersama-sama menegosiasikan semua kontrak karya yang pernah dibuat. Sebab selama ini kontrak karya yang dibuat sangat merugikan Indonesia dan menjadikan bumi Nusantara masih dalam keadaan terjajah.

"Kita buktikan kedaulatan kita pada AS yang selama ini mengeksploitasi kekayaan Indonesia," demikian Bima. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA