Tapi, aksi Aliaa ini tidak mendapat dukungan dari partai liberal. Partai yang berjuang melawan kelompok Islam dalam pemilihan pertama sejak Presiden Hosni Mubarak digulingkan dari kekuasaan, tampaknya semata-mata karena kalkulasi pragmatis yaitu khawatir suara menurun bila mendukung Aliaa.
Seperti dilansir dari
New york Times, aktivis Partai Liberal menyatakan tidak memiliki hubungan apapun dengan Aliaa. Sebelumnya dilaporkan bahwa Aliaa anggota Gerakan Pemuda 6 April, organisasi penting dalam pemberontakan Januari yang menumbangkan Mubarak. Juru bicara kelompok ini Tarek al-Kholi, membantah keanggotaan Aliaa tersebut.
"Gerakan ini tidak memiliki anggota yang terlibat dalam perilaku seperti itu. Kami pemuda konservatif, dan kami selalu mendorong anggota kami untuk menjadi panutan dalam etika," kata Tarek.
Sementara Emad Gad, seorang kandidat anggota parlemen dari Partai Demokrat yang berhaluan kiri sosial mengatakan, banyak gerakan di Mesir, gerakan Islam khususnya, yang berusaha untuk mendapatkan keuntungan.
"Mereka (kelompok islamis) mengatakan, 'Kita harus melindungi masyarakat kita dari hal-hal seperti ini (aksi Aliaa). Dan jika kaum liberal menang, maka wanita ini akan menjadi model bagi semua perempuan Mesir," kata Ema.
Aliaa memiliki kekasih, Kareen Amar, yang dihukum empat tahun penjara karena tulisan-tulisan yang dianggap menghina Islam dan Mubarak. Melalui foto-foto bugilnya, dalam semangat revolusi, ia mendeklarasikan pemberontakan terhadap budaya "sexual complexes" dan konservativisme Mesir.
[zul]
BERITA TERKAIT: