Salah satunya aksi yang digelar oleh gerakan Anti-Nyontek Nasional di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pagi ini (Minggu, 13/11). Aksi yang dilakukan mahasiswa, guru dan beberapa pekerja ini menyuarakan kepedulian terhadap kejujuran dan pendidikan generasi bangsa. Gerakan yang bekerjasama dengan Rumah Belajar Kreatif ini mengaku prihatin dan menggunakan momentum Hari Pahlawan untuk melawan ketidakjujuran.
"Kalau dulu pahlawan melawan penjajah, melalui kegiatan sederhana ini kita melawan mereka yang tidak jujur dan menyontek serta memperjuangkan mereka yang tidak bersekolah," kata Koordinator Gerakan Anti-Nyontek Nasional, Megi Budi, kepada
Rakyat Merdeka Online di Bundaran HI, Jakarta (Minggu, 13/11).
Megi yakin bila masyarakat tidak mengubah kebiasaan menyontek, maka bisa dipastikan generasi muda yang akan datang akan sama seperti para mafia koruptor yang menyebar di seluruh negeri ini. Kebiasaan menyontek merupakan tindakan awal untuk berbuat korup.
"Orang jujur, malah hancur. Dan ini harus cegah karena kita lihat juga pemerintah tidak melakukan apa-apa terkait menumbuhkan budaya jujur ini. Jangankan usaha mencegah, mereka juga banyak yang melakukan hal yang tidak jujur," demikian Megi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: