Andi Arief: Centurygate Rentan Digunakan untuk Kepentingan Sempit

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Jumat, 11 November 2011, 14:20 WIB
Andi Arief: Centurygate Rentan Digunakan untuk Kepentingan Sempit
andi arief/ist
rmol news logo Tidak berlebihan bila ada pihak yang curiga Pansus Centurygate digunakan pihak tertentu untuk kepentingan sempit demi mendapatkan keuntungan pribadi maupun kelompok dan golongan. Buktinya, deklarator Pansus Centurygate dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Misbakhun, telah terbukti bersalah karena memiliki letter of credit bodong di bank bodong milik Robert Tantular yang diselamatkan Gubernur BI Boediono dan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Kasus Misbakhun ini kembali diangkat Staf Khusus Presiden, Andi Arief, untuk mengingatkan publik, bahwa kasus Centurygate bisa bergerak ke segala arah, termasuk ke arah yang bertentangan dengan agenda membongkar praktik korupsi dan menyelamatkan uang negara. Andi adalah pihak yang pertama kali membawa kasus Misbakhun itu ke permukaan.

“Kenapa Misbakhun tidak pernah mengungkapkan kepada publik soal LC-nya yang merupakan bagian dari 12 LC bermasalah di Bank Century. Jika tidak kepada publik, ya kepada rekan-rekannya sesama inisiator lah. Tapi, bisa jadi para inisiator sudah tahu, tapi pura-pura tidak tahu,” kata Andi Arief, Jumat siang (11/11).

"LC bodong seperti inilah yang menjadi salah satu penyebab Bank Century rontok, sehingga akhirnya pemerintah harus mengambil tindakan darurat di tengah krisis perekonomian yang terjadi,” sambungnya.

Mantan aktivis 1998 itu menyayangkan bila hasil kerja Pansus Century tidak maksimal karena tidak ada keinginan kuat mengungkap secara rinci siapa saja yang bersekongkol dengan pemilik Bank Century sehingga bank ini harus di bailout.

“Kenapa perusahaan yang membobol melalui LC tidak tuntas diinvestigasi? Kenapa para pemain valas di Century tidak diungkap dengan rinci? Kenapa dana Antoboga direkomendasikan untuk diganti Century, padahal ini merupakan dua badan hukum yang berbeda?” ujarnya lagi membeberkan sejumlah pertanyaan. [guh]

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA