PDI Perjuangan, Antara Ideologi dan Jalan Politik Menuju Kekuasaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Selasa, 25 Oktober 2011, 10:47 WIB
PDI Perjuangan, Antara Ideologi dan Jalan Politik Menuju Kekuasaan
megawati/ist
RMOL. Bisa dikatakan, PDI Perjuangan merupakan satu-satunya partai yang memiliki ideologi yang kuat. PDI Perjuangan satu-satunya partai yang bisa disebut sebagai partai ideologis. Ideologi Pancasila dan nasionalisme PDI Perjuangan ini juga sudah berurat dan berakar di semua kader.

Selain memperkuat soliditas partai, ideologi ini sangat bagus di tengah keragaman Indonesia yang terus tercabik. Namun di sisi lain, kata peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Muchajir Aslamy kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 25/10), ideologi ini juga yang membuat jalan politik PDI Perjuangan berada di persimpangan jalan. Terutama bila dihadapkan pada kekuasaan untuk duduk di pemerintahan.

Muchajir memberi contoh dalam hal pemilihan presiden untuk 2014. PDI Perjuangan sangat sulit untuk kembali mencalonkan lagi Megawati Soekarnoputri sebagai capres. Di si lain, Puan Maharani, sebagaimana diusulkan Taufik Kiemas, belum terlalu populer. Puan juga dinilai belum terlalu banyak berbuat untuk kepentingan publik.

Menurut Muchajir, bila ingin meraih kekuasaan maka PDI Perjuangan harus mempersiapkan tokoh PDI Perjuangan yang lain. Tokoh tersebut dimunculkan sejak sekarang dan waktu tiga tahun cukup lumayan untuk menjadikan tokoh itu benar-benar 'cantik.' Namun memunculkan tokoh, dengan kualitas dan kharisma tipis di bawah Megawati, tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Bisa saja PDI Perjuangan mengajukan Puan Maharani sebagai calon Wapres. Dan di titik inilah, kata Muchajir, tantangan bagi PDI Perjuangan sebagai partai idelogis. Menjadi wakil dan mendampingi presiden dari partai lain, akan menjadi masalah baru. PDI Perjuangan tidak akan bisa menerapkan ideologi partai dalam semua kebijakan pemerintah bila partai yang menggandeng PDI Perjuangan adalah partai moderat, yaitu partai yang menggeluarkan kebijakan sesuai dengan pertimbangan yang paling memungkinkan. Apalagi bila partai yang menggandeng PDI Perjuangan adalah partai pragmatis. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA