"Padahal sama-sama di satu partai, malah lempar-lempar dengan alasan pendapat pribadi-lah. Itu kan munafik," ujar pengamat politik Tjipta Lesmana di Warung Daun Cikini, Jakarta (Sabtu, 14/10).
Menurut Tjipta, kecaman dan ancaman yang ditunjukkan PKS kepada SBY tak lain sebagai upaya mereka menaku-nakuti SBY. Upaya tersebut, katanya, serupa dengan yang dilakukan Gusdur yang menakut-nakuti akan membubarkan delapan provinsi apabila dia dijatuhkan dari Presiden.
Bagi Tjipta, SBY tak boleh gentar menghadapi manuver yang dilakukan PKS. Sebabnya, reshuffle merupakan hak prerogatif presiden.
"Kali ini saya bela SBY. Menteri adalah pembantu presiden, jadi jangan takut," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: