"Saya acungkan dua jempol. Ini artinya apa yang dia (presiden) inginkan dikerjakan. Yang dia janjikan dia kerjakan," kata Ikrar saat diwawancara
Metro TV beberapa waktu lalu (Kamis, 13/10).
Presiden SBY sendiri selalu menyampaikan alasan reshuffle adalah untuk kebutuhan akselerasi, profesionalitas kerja untuk menunjang kinerja kabinet, bukan bagi-bagi rezeki melalui korupsi. Tak hanya itu, para menteri harus bekerja untuk rakyat.
Tetapi, kata Ikrar, kalau rombak kabinet yang dilakukan presiden tidak sejalan dengan alasan tersebut, maka akan muncul penilaian kurang baik dari masyarakat. "Oh segini aja
toh. (Reshuffle) sangat tidak
ektraordinary-lah," katanya.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: