Inilah Sepuluh Raport Merah SBY-Boediono

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Sabtu, 08 Oktober 2011, 19:06 WIB
Inilah Sepuluh Raport Merah SBY-Boediono
ist
RMOL. Usia pemerintahan SBY-Boediono tak lama lagi genap dua tahun. Selama itu pula pemerintah masih jalan di tempat. Kinerja pemerintahan SBY-Boediono buruk alias berapor merah.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto, dalam diskusi bertajuk Evaluasi Dua Tahun SBY-Boediono di Cafe
D'resto Pasar Festival, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, (Sabtu, 8/10).

Menurutnya, dari hasil riset yang dilakukan lembaganya beberapa waktu lalu, setidaknya ditemukan sepuluh nilai merah dalam rapor kepemimpinan SBY-Boediono.

Pertama, masih banyak kementerian asuhannya yang saat ini terlibat skandal korupsi. Misalnya di Kemenakertrans, Kemendiknas dan Kemenpora. Kedua, pemerintah gagal menyelesaikan karut-marut masalah TKI. Ketiga, tidak bisa menyelesaikan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir.

"Keempat, produktivitas kinerja mentrinya di KIB jilid II menurun," sambung Gun Gun.

Lalu, kelima, proses penyelesaian kasus mafia pajak sangat tebang pilih. Keenam, Pemerintah gagal mencegah lahirnya oligarki kekuasaan.

Selain itu, masih kata Gun Gun, raport merah pemerintah adalah tidak selesainya kasus mega skandal Century. Kasus yang diduga melibatkan Wapres Boediono dan mantan Menkeu Sri Mulyani itu tidak jelas juntrungannya.

Lalu, kedelapan, dimasa pemerintahan SBY-Boediono banyak kasus kekerasan berbau SARA terjadi. Selain itu, Pemerintahan Presiden SBY-Boediono tidak maksimal menyediakan pelayanan publik. Misalnya, pelayanan kesehatan dan pelayanan infrastruktur jalan.

"Dan yang terakhir, pemerintah mengobral remisi bagi para koruptor. Ini sangat menciderai penegakan hukum," demikian Gun Gun.[dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA