Dalam wawancara dengan salah satu radio, Marzuki Alie menyebut pendapat yang mengatakan bom Solo sebagai pengalihan isu disampaikan oleh orang-orang yang tidak bekerja dan yang kerjanya hanya berkomentar saja.
"Itu tidak dewasa," tegas Kabirolitkom Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Pendeta Henry Lokra, saat menyampaikan pernyataan pers Inter Religious Council (IRC) Indonesia, di Kantor Center for Dialogue and Cooperation among Civilizations, Jakarta (Senin siang, 26/9).
Menurutnya, pendapat sebagai pengalihan isu merupakan bagian dari persepsi publik yang harus dijawab lewat pembuktian oleh pemerintah, bukan dengan hanya sekedar berpolemik. "Ini rumor yang berkembang di masyarakat dan harus dijawab oleh pemerintah. Ini menjadi tanggagungjawab pemerintah," imbuhnya.
Pendeta Henry pun mempertanyakan mengapa Marzuki Alie menambah-nambah polemik terkait aksi bom Solo.
"Lalu apakah kerjanya dia sebagai Ketua DPR? Itu patut dipertanyakan juga," demikian Hery.
[dem]