"Tidak tahu ya. Saya belum liat BB (BlackBerry) tuh. Tidak pernah lihat pegang BB," kata Alfian kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Jumat, 26/8).
Alfian benar-benar tidak bisa memastikan Nazar punya BlackBerry selama tinggal di Mako Brimob. Sebabnya, karena setiap berkunjung ke sana, dirinya dan juga tim kuasa hukum lainnya hanya punya waktu berkunjung singkat.
"Tidak bisa lihat karena kalau aku ke sana sebentar saja. Kan dilarang (berlama-lama) sama KPK," kata Alfian.
Sebelumnya diberitakan, M Nazaruddin dikabarkan menjalani hidup bebas di dalam tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Nazar bisa berkomunikasi dengan dunia luar karena memegang BlackBerry. Mabes Polri, sebagaimana disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen pol Anton Bachrul Alam, menegaskan siap mengusut kasus BlackBerry Nazaruddin itu.
Selain akan menyita BlackBerry dari tangan Nazaruddin, kalau memang benar adanya, Anton juga memastikan akan mengusut siapa pihak yang telah memberikan BlackBerry kepada bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu. Polri juga akan mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak dalam tahanan yang membantu.
[dem]
BERITA TERKAIT: