Bonny yakin, selain pengusaha dan kader elit Demokrat, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY ikut terlibat di dalamnya.
"Sangat mustahil bila korupsi yang dilakukan Nazarudin tidak melibatkan para elit Partai Demokrat, termasuk Ketua Dewan Pembina,†kata Boni dalam diskusi perubahan bertema Rekayasa Kasus Nazaruddin, Antasari, dan Bank Century yang diselenggarakan Rumah Perubahan 2.0, Kompleks Duta Merlin Blok C-17, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat (Selasa, 23/08).
Boni yang juga merupakan aktivis Gerakan Indonesia Bersih (GIB), meyakini benar telah terjadi deal khusus seputar bungkamnya Nazaruddin. Hal ini secara tersirat tergambar dai cepatnya surat balasan SBY terhadap surat Nazaruddin. Padahal, tidak satu pun dari 192 surat yang tiap minggu dikirimkan keluarga korban Semanggi kepada SBY dibalas.
"Ini memunculkan dugaan bahwa SBY pun ingin memperingatkan Nazaruddin, agar dia tidak menganggu istri dan keluarga presiden dalam pengakuanya di pengadilan kelak. Maklum, dalam pelariannya Nazaruddin antara lain menyebut-nyebut nama Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) sebagai salah satu penerima uang korupsi wisma atlet," demikian Boni.
[dem]
BERITA TERKAIT: