"Perjanjian Oslo hanya akan menguntungkan Norwegia dan negara Eropa lainnya. Pengurangan emisi karbon lewat moratorium hutan hanya membuat masyarakat Indonesia semakin menderita. Sedangkan pihak asing terus asyik dengan industrinya. Ini yang menurut saya tidak adil. Kalau mau adil, harus negara maju yang lebih dulu mengurangi emisi, bukan negara berkembang seperti kita," kata Drajad kepada wartawan (Kamis, 18/8).
Ditambahkan Drajad yang merupakan wakil Wakil Ketua Umum PAN itu, momentum kemerdekaan ke 66 jangan disia-siakan pemerintah. Apalagi, kepentingan asing di Indonesia dalam jangka 50 tahun ke depan akan semakin nyata.
"Perkebunan sawit dan karet Indonesia adalah andalan di dunia. Kalau pemberdayaan lahan yang saat ini bisa dilipatgandakan, peluang untuk menguasai pasar minyak dan karet dunia di masa mendatang sangat terbuka bagi Indonesia. Ini jelas menjadi ancaman bagi negara maju. Mereka khawatir Indonesia akan menjadi negara maju. Pemerintah mesti melihat ini sebagai peluang yang sangat baik," tandasnya.
[dem]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: