Badai salju turun sejak tadi pagi. Udara begitu dingin dan mengganggu jarak pandang para pendaki yang tergabung dalam tim Ekspedisi Merdeka-RMOL. Pendaki tunadaksa berkaki satu dari Indonesia, Sabar, dan kawan-kawannya menghabiskan waktu sekitar delapan jam untuk mencapai Lenz Rocks. Dalam pendakian pertama sebelumnya mereka menempuh jarak dan rintangan hanya dalam waktu lima jam di bawah terik matahari.
Kondisi pendakian yang berat disampaikan Sabar kepada promotor pendakian, Teguh Santosa, dan manajer pendakian, Dar Edi Yoga, yang kini berada di Moskow, Rusia, lewat jaringan telepon satelit beberapa saat lalu.
Sabar mengaku, kondisi pendakian yang begitu berat membuat dirinya sempat berpikir untuk menyerah. Namun, semangatnya kembali muncul manakala mengingat semua maksud dan niat baik di balik pendakian puncak tertinggi di Eropa itu.
Kondisi pendakian yang berat sejauh ini membuat dokter Agung Hadyono yang berusia 57 tahun, yang mendampingi Sabar, terpaksa kembali ke kamp Moraine.
Adapun ketiga anggota tim pendaki Universitas Negeri Semarang (Unnes) disebutkan telah mencapai kamp Lenz Rocks. Belum ada kabar pasti mengenai tim pendaki dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Malam ini Sabar Cs akan bermalam di kamp Lenz Rocks. Besok pagi (17/8) mereka direncanakan melakukan summit attacks ke puncak Elbrus.
[dem]
BERITA TERKAIT: