"Aneh, media, pengamat, analis dan orang-orang cerdas terus saja memperdebatkan isu dan rumor," ujar Wakil Ketua bidang Hukum dan Politik Komite 33, Jemmy Setiawan saat berbincang dengan
Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu (Senin, 25/7).
Sangat miris, kata Jemmy, semuanya membesar-besarkan siulan Nazaruddin. Semuanya saling tuduh karena siulan Nazaruddin. Perlu diketahui, sambungnya, Nazaruddin melakukan hal itu karena dirinya mendapati saluran yang buntu di dalam ranah hukum, lalu membawa masalahnya ke wilayah politik. Kalau memang benar Nazaruddin punya bukti, maka kembalilah ke Indonesia dan bawa segepok buktinya.
"Nazaruddin itu mercon banting. Dia berasumsi, tidak bisa membuktikan secara hukum. Lalu mengapa semuanya ikut permainan dia," sebutnya.
Ditambahkannya, ketidakmauan Nazaruddin datang ke Indonesia dan menyampaikan setiap informasi yang dia klaim kepada penyidik KPK menjadi bukti kalau suami dari Neneng Sriwahyuningsih itu tidaklah memiliki bukti-bukti atau fakta yang menguatkan atas siulannya. Siulannya benar-benar rumor.
"Tidak tepat kalau asumsi diperdebatkan. Sudahlah, media stop fasilitasi Nazaruddin seperti pahlawan. Kita harus objektif dan berimbang. Jangan omongan Nazaruddin seolah-olah dianggap sebagai kebenaran. Stop berasumsi terhadap Demokrat juga," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: