Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mencatat, hingga kemarin (Minggu, 24/7) energi letusan Gunung Lokon menurun secara signifikan. Catatan deformasi (EDM) sebesar 2,3 mm pertanggal 21-24 Juli dibandingkan dengan catatan EDM pertanggal 16-20 Juli kemarin menunjukkan telah terjadi kecenderungan deflasi.
Tercatat juga, emisi SO2 (Sulfur Oksida) di sana cenderung meningkat mendekati atau menyamai catatan pada 4-13 juli 2011. Energi Tremor setelah erupsi 18 juli cenderung masih meningkat namun tidak di ikuti oleh erupsi, jumlah dan energi gempa Vulkanik dalam dan dangkal cenderung menurun. Letusan sama atau besar setelah 18 Juli tidak terjadi hingga 24 juli 2011.
Berdasarkan data-data tersebut dapat di Analisis bahwa hasil pemantauan di lapangan,
"Tidak semua data menunjukkan penurunan secara tajam, namun beberapa data menunjukan kecenderungan penurunan aktivitas Gunung Lokon," kata Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Geologi (PVMBG), Surono (Senin, 25/7).
Ditambahkan Surono, Sejak erupsi yang terjadi pada 18 Juli, Gunung Lokon tidak menunjukkan tanda-tanda secara nyata akan terjadi letusan.
"Pukul 22.00 WITA status Gunung Lokon diturunkan dari status Awas atau level IV ke status Siaga atau level III," demikian Surono.
[dem]
BERITA TERKAIT: