Masalah Nazaruddin dan tuduhan-tuduhannya, surat palsu MK yang menyeret nama Andi Nurpati dan deretan kepala daerah dari Demokrat yang tertimpa hukum sama sekali tidak jelas dibahas dalam Rakornas.
"Puncaknya, tentu saja, tak sedikitpun suara KLB muncul untuk dipertimbangkan. Jelas, kubu Anas sukses mencapai tujuan internal PD. Selain konsolidasi Anas atas PD tercapai, SBY sebagai Dewan Pembina, juga mencapai posisi idealnya, memuncaki kekuasaan PD tanpa harus merebut tampuk kepemimpinan dari Anas," ujar Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima), Ray Rangkuti kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin, 25/7).
Dua pidato SBY tentang kisruh PD dan arahan-arahannya, kata Ray, memperlihatkan semakin meneguhkan dominasi dan kontrol SBY atas Demokrat. Inilah, sambung Ray, gejala dimana kepemimpinan Anas di PD makin terpuruk. "Ini merupakan pekerjaan lanjutan Anas berikutnya untuk mengembalikan wibawa dan kontrol PD ke tangannya. Jadi boleh disebut Anas menang kecil dan SBY menang besar," terang Ray.
Sukses secara internal tak membuat Rakornas kemarin juga sukses secara eksternal. Tentu saja karena janji besar partai penguasa itu tentang pembersihan parpol justru semangatnya melemah selama dua hari Rakornas. Dalam Rakornas sama sekali tidak ada perbincangan atas kasus Andi Nurpati, kepala-kepala daerah dari Demokrat yang bermasalah secara lebih spesifik dan tegas.
Poin tentang yang bermasalah secara hukum, susila, dan lain sebagainya, akan dibersihkan tentu sudah merupakan hal yang tertulis dalam kode etik partai. Tanpa disebutpun dalam hasil Rakornas, pada dasarnya, dasar untuk membersihkan orang-orang seperti kriteria yang dimaksud sudah cukup.
"Sukses secara eksternal harus tertunda. Rakornas tidak menggambarkan ketegasan Demokrat untuk melakukan apa yang mereka istilahkan dengan pembersihan," sebutnya.
"Oleh karenanya, kita layak menyangsingkan ucapan SBY bahwa beliau akan berdiri di garis depan partai politik dalam menegakan pembersihan PD. Makin jelas sudah bahwa dalam banyak hal, pemberantasan korupsi, penegakan pluralisme, penegakan hukum, SBY senantiasa akan berdiri di depan tetapi untuk bertindak dan berbuat belakangan," tandas Ray.
[dem]
BERITA TERKAIT: