SBY memaksakan keluh kesah pribadinya kepada rakyat sebagai kehendak pribadi presiden yang harus diterima dan dimaklumi oleh rakyat Indonesia.
"Keluh kesah pribadi SBY tadi malam di Cikeas tentang kondisi internal partainya dan kecamannya terhadap pemberitaan media massa yang mengungkap kebobrokan kader partai demokrat yang terlibat berbagai kasus korupsi tidak ubahnya
reality show yang mempertontonkan ketidakcakapan SBY dalam memimpin, entah itu memimpin partainya maupun memimpin negara dan pemerintahan," beber Ketua Umum Repdem Masinton Pasaribu,
kepada Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Selasa, 12/7).
Akibat ketidakcakapan SBY sebagai pemimpin, lanjut Masinton, SBY gagal memposisikan dirinya sebagai presiden republik Indonesia yang berdiri di atas seluruh kelompok dan golongan, seperti yang Bung Karno lakukan saat menjabat sebagai presiden RI dengan melepaskan seluruh atribut kelompok, golongan, maupun kepartaian yang sebelumnya melekat pada dirinya.
"Sayangnya, SBY tak pernah belajar dari kepemimpinan Bung Karno," tegas Masinton.
Layaknya pemimpin, kata Masinton lagi, SBY seharusnya mampu memberikan motivasi dan inspirasi, serta ketauladanan dan harapan buat orang banyak, bukan dengan memaksakan keluh kesah pribadi maupun internalnya kepada rakyat.
"Priode kedua kepemimpinan SBY energi besar bangsa kita diseret ke dalam persoalan internal bahkan pribadi presiden SBY. SBY-Boediono sudah tidak efektif memimpin jalannya roda pemerintahan maupun kenegaraan," tandasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: